Penyanyi Afgansyah Reza memutuskan untuk menanggalkan penampilan ikonik berkacamatanya setelah menjalani prosedur lasik mata di Jakarta pada Rabu, 13 Mei 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari transformasi citra diri demi mendukung perilisan album internasionalnya.
Transformasi fisik ini dilakukan pria berusia 36 tahun tersebut sejak masa pandemi tahun 2020. Dilansir dari Suara, keputusan berani ini sempat mengejutkan pihak manajemen karena dilakukan secara spontan tanpa koordinasi terlebih dahulu.
"Pas pandemi, 2020, saya rilis album. Pengin kayak keluar dari imej Afgan yang biasa," kata Afgan.
Pelantun lagu "Terima Kasih Cinta" tersebut menjelaskan bahwa tindakannya merupakan upaya untuk mendobrak batasan penampilan yang selama ini melekat pada dirinya. Ia tetap melanjutkan niat tersebut meskipun mendapatkan kekhawatiran dari orang-orang di sekitarnya terkait ciri khas wajahnya.
"Jadi nekat bener-bener lasik tanpa bilang dulu ke manajemen. Tiba-tiba udah lasik nggak pakai kacamata," tambah Afgan.
Sebelum prosedur dilakukan, banyak pihak sempat melarang Afgan untuk mengubah penampilan tersebut. Mereka merasa khawatir para penggemar tidak akan lagi mengenali wajah sang penyanyi jika identitas kacamatanya hilang.
"Banyak yang bilang kayak 'Gan jangan lasik deh kayaknya nanti kalau nggak pakai kacamata ciri khasnya hilang, terus nanti orang nggak kenal lagi sama Afgan bentuknya nggak familiar gitu mukanya'," kenang Afgan.
Penyanyi berlesung pipi ini menegaskan bahwa dirinya ingin membuktikan kapasitas diri di luar batasan fisik yang selama ini membelenggunya. Baginya, perubahan ini adalah bentuk pembuktian atas kemampuannya keluar dari zona nyaman.
"Tapi pada saat itu saya emang kayak mau keluar dari itu semua, mau membuktikan bahwa saya bisa loh keluar dari apa yang tadinya dilimitasi," tegas Afgan.
Meskipun kini merasa lebih bahagia dengan kondisi fisiknya, Afgan mengakui adanya tantangan mental di awal perubahan tersebut. Ia sempat merasa canggung saat harus berinteraksi dengan orang lain tanpa pelindung mata yang telah digunakannya selama belasan tahun.
"Sempat, sempat saya nggak pede kalau ketemu orang nggak pede karena... tapi banyak juga yang nggak nyadar loh," kata Afgan.
Ia menyebut bahwa kacamata telah menjadi zona nyaman yang sangat melekat dalam waktu lama. Namun, kepuasan terhadap kondisi fisiknya saat ini jauh melampaui rasa kurang percaya diri yang sempat muncul di masa transisi tersebut.
"Awalnya sempat nggak pede sih karena kan ini zona nyaman ya, zona nyaman. Tapi kalau buat saya sih saya lebih senang seperti sekarang sih," pungkas Afgan.