Penyanyi Afgansyah Reza mengungkapkan perubahan pola kerjanya yang kini jauh lebih selektif demi menjaga kesehatan fisik setelah sempat mengalami cedera pita suara serius. Pengakuan tersebut disampaikan Afgan saat ditemui di Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu (13/5/2026), dilansir dari Suara.
Pelantun lagu "Sadis" tersebut menjelaskan bahwa perjalanan kariernya sejak tahun 2008 tidak selalu berjalan mulus. Ia mengakui pernah berada pada titik jenuh dan mengalami kelelahan ekstrem akibat beban kerja yang terlalu tinggi selama bertahun-tahun di industri musik.
"Banyak lah ups and downs gitu kayak... melewati banyak proses sih, ada proses jenuh, ada proses overwork," ujar Afgan, Penyanyi.
Dampak dari pola hidup yang terlalu diforsir tersebut memuncak pada sebuah gangguan kesehatan yang mengancam kemampuan vokalnya. Afgan menceritakan bahwa dirinya sempat dilarang untuk bernyanyi dalam jangka waktu yang cukup lama guna memulihkan kondisi fisiknya.
"Ada periode di mana saya ngalamin cedera pita suara di mana saya harus nggak boleh nyanyi dulu gitu, vokal rest selama tiga bulan," kenang Afgan, Penyanyi.
Meski harus menghadapi masa sulit yang menghambat aktivitas utamanya, dedikasi pria berusia 36 tahun ini terhadap dunia tarik suara tetap tidak tergoyahkan. Ia memilih untuk tetap melanjutkan karier musiknya segera setelah masa pemulihan berakhir.
"Ujung-ujungnya tetap saya lakuin karena saya memang I love music," tegas Afgan, Penyanyi.
Insiden kesehatan tersebut terjadi pada tahun 2019, bertepatan dengan persiapan salah satu pertunjukan besarnya. Afgan menyebutkan bahwa cedera itu muncul saat dirinya sedang mempersiapkan konser peringatan sepuluh tahun berkarier.
"Saya cedera itu 2019, itu bener-bener konser yang 'Dekade' nggak sama Om Erwin," tutur Afgan, Penyanyi.
Penyanyi yang memulai debutnya melalui album Confession No.1 ini mengakui bahwa kesalahan utama di masa lalu adalah kebiasaannya yang mengambil semua tawaran pekerjaan tanpa mempertimbangkan kapasitas tubuh. Hal ini yang kemudian menjadi pemicu utama kerusakan pada pita suaranya.
"Itu satu hal yang karena memang overwork ya, harus diakui pada saat itu emang semuanya saya ambil gitu," jelas Afgan, Penyanyi.
Berangkat dari pengalaman pahit tersebut, Afgan kini telah mentransformasi cara kerjanya. Pengaturan jadwal yang lebih tertata menjadi prioritas utamanya saat ini untuk menghindari risiko kesehatan yang serupa di masa depan.
"Sekarang mungkin bisa lebih selektif dalam menerima pekerjaan," ungkap Afgan, Penyanyi.