MD Pictures Adaptasi Children of Heaven ke Latar Indonesia 1980-an

MD Pictures Adaptasi Children of Heaven ke Latar Indonesia 1980-an
Foto: Ilustrasi MD Pictures Adaptasi Children of Heaven ke Latar Indonesia 1980-an.

Rumah produksi MD Pictures menjadwalkan perilisan film Children of Heaven, sebuah adaptasi resmi dari karya legendaris sutradara Iran Majid Majidi, pada 27 Mei 2026 mendatang. Dilansir dari Suara, film yang disutradarai Hanung Bramantyo ini mengambil latar waktu akhir tahun 1980-an untuk menjaga logika cerita tentang pencarian sepatu yang hilang.

Produser Manoj Punjabi menyatakan bahwa proses pencarian aktor cilik untuk memerankan karakter Ali dan Zahra merupakan bagian tersulit dalam produksi ini. Setelah melalui proses casting yang panjang, peran ikonik tersebut akhirnya diberikan kepada Jared Ali dan Humaira Zahra.

"Paling berat di sini adalah siapa yang mau jadi Ali sama Zahra? Itu mission impossible. Karena di aslinya, itu perfect casting. Tantangannya adalah bagaimana saya mau menggantikan Ali dan Zahra?" kata Manoj Punjabi, Produser MD Pictures.

Manoj menegaskan keyakinannya terhadap kualitas hasil adaptasi ini dibandingkan versi aslinya. Ia mengaku telah menonton film tersebut berkali-kali tanpa merasa jenuh selama proses produksi berlangsung.

"Saya dengan yakin bisa bicara bahwa adaptasinya enggak kalah, mungkin lebih baik juga dari aslinya. Saya sudah nonton film ini mungkin 50 sampai 60 kali dan enggak ada bosannya," ujar Manoj Punjabi, Produser MD Pictures.

Strategi unik diterapkan dengan melibatkan sejumlah komika seperti Muhadkly Acho, Erik Estrada, dan Lolox untuk memberikan keseimbangan pada narasi drama kemiskinan yang diangkat. Manoj ingin memastikan penonton mendapatkan pengalaman menonton yang hidup dan komunikatif.

"Kalau saya nonton film berat, saya capek, saya merasa depresi. Di film ini, kehadiran komika sangat membantu elemen 'bocor'. Akting mereka natural banget, mulai dari kepala sekolah sampai guru olahraga. Mereka membuat film ini lebih hidup dibanding aslinya," imbuh Manoj Punjabi, Produser MD Pictures.

Muhadkly Acho yang memerankan karakter kepala sekolah mengaku harus menggali ingatan masa kecilnya untuk menghidupkan suasana sekolah di era 80-an. Ia menggambarkan karakter tersebut memiliki otoritas yang sangat kuat.

"Aura kepala sekolah tahun segitu memang 11-12 dengan kepala sipir, galak enggak santai. Saya me-recall masa kecil saya untuk peran ini," ucap Muhadkly Acho, Pemeran.

Sementara itu, aktor Erik Estrada mengungkapkan rasa haru karena akhirnya bisa terlibat dalam proyek besar di bawah naungan MD Pictures setelah penantian panjang dalam kariernya.

"14 tahun saya nunggu Pak Manoj untuk me-notice saya. Ini mimpi menjadi nyata buat anak daerah seperti saya bisa syuting di PH besar," tutur Erik Estrada, Pemeran.

Aktor Andri Mashadi yang berperan sebagai sosok ayah memberikan pandangannya mengenai nilai pengorbanan orang tua yang menjadi inti emosional dalam film ini. Baginya, peran ini memberikan kedalaman perspektif yang berbeda.

"Dulu saya cuma merasa anak-anak ini sedih sekali. Pas sekarang main jadi bapaknya, saya baru merasakan pengorbanan itu. Seusah-susahnya orang tua, dia masih mau bela-belain untuk anaknya," kata Andri Mashadi, Pemeran.

Penempatan jadwal tayang pada akhir Mei 2026 yang berdekatan dengan Idul Adha sengaja dilakukan karena adanya keselarasan tema cerita dengan makna hari raya tersebut. Manoj menilai pesan pengorbanan antaranggota keluarga sangat relevan dengan momen libur lebaran haji.

"Film ini tentang pengorbanan bapak ke anak, kakak ke adik. Idul Adha mengenai pengorbanan, jadi ini momen liburan yang tepat untuk keluarga," ujar Manoj Punjabi, Produser MD Pictures.

Artikel terkait

Rekomendasi