SinemArt resmi merilis trailer film drama terbaru berjudul Suamiku Lukaku yang dibintangi oleh Acha Septriasa dan Baim Wong. Dilansir dari Detikcom, karya sinema ini mengangkat isu sensitif mengenai kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Film ini menyoroti realitas pahit yang sering tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis di mata publik. Kisah pilu tersebut terinspirasi dari dinamika sosial yang kerap dialami oleh para perempuan di Indonesia.
Trailer resmi memperlihatkan pergulatan Amina yang diperankan Acha Septriasa dalam menghadapi perlakuan suaminya, Irfan, yang dimainkan oleh Baim Wong. Amina harus menanggung luka fisik serta trauma batin yang sangat mendalam.
Dalam alur ceritanya, Irfan merupakan sosok pemuka agama yang dihormati di lingkungannya. Namun, reputasi positif di hadapan masyarakat tersebut sangat kontras dengan perilaku aslinya saat berada di dalam rumah.
Kekerasan yang dilakukan Irfan tidak hanya melukai Amina secara pribadi. Dampaknya turut dirasakan oleh putri mereka, Nadia (Azkya Mahira), serta ibunda Amina yang diperankan oleh aktris senior Ayu Azhari.
Amina akhirnya mencapai titik balik dan mulai menunjukkan keberanian untuk melawan. Dalam perjuangannya meraih keadilan, ia mendapat bantuan dari seorang pengacara bernama Zahra yang diperankan oleh Raline Shah.
Visi Sutradara dan Pesan Moral
Sutradara Ssharad Sharaan dan Viva Westi berkolaborasi mengarahkan film yang naskahnya ditulis oleh Titien Wattimena dan Beta Ingrid Ayu. Film ini dirancang sebagai ruang refleksi bagi penonton atas isu yang sering luput dari perhatian.
"Sejak awal, kami ingin menghadirkan cerita tentang pernikahan yang terlihat sempurna di luar, tetapi menyimpan kekerasan emosional dan fisik yang berlangsung bertahun-tahun di dalamnya. Banyak perempuan hidup dalam situasi di mana diam menjadi cara untuk bertahan, hingga ada titik ketika semuanya tidak bisa lagi dipertahankan, terutama saat menyangkut masa depan anak," kata Ssharad Sharaan.
"Dari situ, keberanian untuk melawan mulai tumbuh. Itulah inti dari perjalanan film ini, tentang perlawanan, kesadaran, dan upaya untuk memecah keheningan," sambungnya.
Viva Westi menambahkan bahwa banyak korban yang kehilangan ruang untuk bersuara di rumah mereka sendiri. Mereka kerap dibungkam oleh sosok yang seharusnya memberikan rasa aman.
"Semoga melalui film ini, perempuan perempuan diluar sana yang menjadi korban sama seperti Aminah, dimanapun berada, bahkan tempat paling terpencil di Indonesia, yang sadar bahwa kita berhak memperjuangkan suara kita, dan hak kita atas tubuh dan diri kita sendiri. Sudah waktunya perempuan berhenti diidentifikasi dengan Luka, sudah waktunya perempuan diidentifikasikan dengan keberanian," harap Viva Westi.
Pengalaman Personal Pemeran Utama
Acha Septriasa mengaku bahwa peran Amina memberikan kesan emosional yang sangat mendalam baginya. Karakter ini mewakili suara banyak perempuan yang terpaksa diam karena terjepit oleh situasi sulit.
"Selama proses memerankan karakter ini, saya belajar bahwa luka yang dialami tidak selalu terlihat, tapi dampaknya sangat dalam dan nyata. Saya berharap penonton bisa merasakan pergulatan batin Amina, memahami ketakutan dan kebimbangannya, sekaligus melihat bahwa selalu ada ruang untuk bangkit, sekecil apapun langkah yang diambil," kata Acha Septriasa.
Film ini dijadwalkan mulai tayang di bioskop pada 27 Mei 2026. Untuk memperkuat sisi emosional, Kris Dayanti turut mengisi original soundtrack (OST) yang berjudul Aku Bangkit.
Sinopsis Film Suamiku Lukaku
Amina adalah seorang ibu yang terjebak dalam pernikahan toksik bersama Irfan. Di hadapan orang lain Irfan terlihat sangat baik, namun ia berubah menjadi sosok menakutkan saat hanya bersama keluarganya.
Keadaan menjadi kritis saat kondisi Nadia, anak mereka, mulai memburuk akibat situasi rumah tangga tersebut. Amina menyadari bahwa ia tidak bisa terus diam jika ingin menyelamatkan nyawa buah hatinya.
Pertemuan dengan Zahra memberikan harapan baru bagi Amina untuk melepaskan diri dari lingkaran kekerasan. Namun, ia harus menghadapi kenyataan bahwa kebebasan dan kebenaran menuntut perjuangan yang sangat berat.