AC Milan secara resmi memberikan penghormatan tertinggi kepada tiga sosok legendaris mereka, yakni Carlo Ancelotti, Ruud Gullit, dan Ricardo Kaka. Ketiganya terpilih untuk masuk ke dalam jajaran Hall of Fame sebagai barisan gelandang terbaik sepanjang sejarah klub berjuluk Rossoneri tersebut.
Keputusan ini diambil berdasarkan hasil pemungutan suara global yang melibatkan basis pendukung AC Milan dari seluruh dunia. Seperti dilansir dari Bola, seremoni khusus untuk merayakan pencapaian ini dijadwalkan berlangsung di Stadion San Siro pada Minggu, 26 April 2026.
Momen istimewa tersebut akan digelar tepat sebelum dimulainya pertandingan pekan ke-34 Liga Italia musim 2025-2026 yang mempertemukan AC Milan dengan Juventus. Program ini dirancang untuk menghidupkan kembali warisan sejarah klub dengan mengabadikan para pemain paling berpengaruh di tiap era.
Penunjukan Ancelotti, Gullit, dan Kaka tidak hanya didasarkan pada deretan trofi yang mereka sumbangkan. Ketiganya dinilai mampu merepresentasikan nilai-nilai inti serta identitas klub selama mengenakan seragam kebanggaan Milan.
Ruud Gullit dan Ricardo Kaka dikenal sebagai pemain yang berhasil memukau lintas generasi sekaligus meraih penghargaan individu tertinggi, Ballon dÔÇÖOr. Gullit memenanginya pada 1987, sementara Kaka meraih trofi bola emas tersebut pada 2007 silam.
Di sisi lain, Carlo Ancelotti mendapatkan tempat di Hall of Fame berkat kontribusi teknisnya yang luar biasa saat masih menjadi pemain aktif. Ia merupakan pilar penting di lini tengah Milan di bawah arahan pelatih Arrigo Sacchi.
Kesuksesan Carlo Ancelotti Sebagai Pemain dan Pelatih
Sebagai pemain, pria yang akrab disapa Carletto ini membantu Milan memenangkan trofi Piala Champions secara berturut-turut pada 1989 dan 1990. Dedikasinya di lapangan menjadi pondasi kesuksesan Milan di pentas Eropa saat itu.
Kiprahnya semakin gemilang saat ia kembali ke klub sebagai pelatih dengan mempersembahkan gelar Liga Champions pada 2003 dan 2007. Ancelotti juga mengantarkan Rossoneri meraih trofi Coppa Italia musim 2002-2003 dan gelar juara Liga Italia pada 2004.
Trofi Khusus dari Tiffany & Co.
Ketiga nama besar ini kini tergabung dalam kelompok yang disebut sebagai "Class of 2026" di Hall of Fame AC Milan. Mereka menyusul nama-nama ikonik seperti Franco Baresi yang menjadi anggota kehormatan pertama dalam daftar tersebut.
Selain itu, kategori penyerang sudah lebih dulu diisi oleh Filippo Inzaghi, Andriy Shevchenko, dan Marco van Basten. Manajemen klub menegaskan bahwa penghargaan ini akan terus berlanjut untuk kategori lain seperti penjaga gawang dan pemain bertahan di masa depan.
Pada seremoni mendatang, Ruud Gullit dijadwalkan menjadi gelandang pertama yang menerima trofi Hall of Fame secara langsung di hadapan publik San Siro. Penghargaan fisik ini merupakan karya khusus dari Tiffany & Co. selaku mitra resmi pembuat trofi.
Desain trofi tersebut dirancang untuk mencerminkan keunggulan dan keanggunan, selaras dengan reputasi besar para pemain yang namanya kini resmi terukir secara permanen dalam sejarah panjang klub Milan.