Arus kunjungan wisatawan mancanegara ke wilayah regional Korea Selatan dilaporkan mengalami lonjakan signifikan pada kuartal pertama tahun 2026 seiring dengan pergeseran pola perjalanan yang tidak lagi terpusat di ibu kota Seoul. Berdasarkan data Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata yang dilansir dari Detik Travel pada Kamis (16/4/2026), sebanyak 853.905 turis asing tercatat memasuki negara tersebut melalui bandara regional.
Angka masuknya wisatawan melalui pintu udara di luar Bandara Internasional Incheon dan Gimpo tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 49,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Selain jalur udara, jalur laut juga mencatatkan kenaikan kunjungan sebesar 6,1 persen secara tahunan dengan total mencapai 335.161 wisatawan asing.
Peningkatan mobilitas wisatawan ke daerah-daerah didukung oleh data penggunaan transportasi publik dari Korea JoongAng Daily. Perusahaan Kereta Api Korea (Korail) melaporkan sekitar 1,69 juta turis asing telah memanfaatkan layanan kereta api selama tiga bulan pertama tahun ini, yang menandakan kenaikan 46,4 persen dari tahun lalu.
Survei bulanan dari Institut Kebudayaan & Pariwisata Korea terhadap 1.300 wisatawan mancanegara di berbagai bandara nasional memperkuat temuan ini. Tercatat sebanyak 34,5 persen responden menyatakan telah mengunjungi destinasi di luar wilayah metropolitan Seoul, atau naik 3,2 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.
Durasi tinggal para pelancong juga mengalami tren positif dengan akumulasi hari kunjungan melalui bandara regional mencapai 5,28 juta hari pada kuartal pertama 2026. Angka ini meningkat pesat dari posisi 3,88 juta hari pada kuartal yang sama di tahun 2025.
Kenaikan volume kunjungan ini berdampak langsung pada ekonomi lokal di tingkat provinsi dengan pengeluaran wisatawan asing yang tumbuh 17,2 persen. Total belanja meningkat dari 750 juta USD atau sekitar Rp12 triliun menjadi 880 juta USD yang setara dengan Rp15 triliun.
Data Organisasi Pariwisata Korea menambahkan bahwa transaksi kartu yang dilakukan wisatawan asing di luar wilayah Seoul telah menembus angka 466,7 miliar won. Sementara itu, perjalanan domestik warga Korea ke luar wilayah metropolitan juga naik 6,9 persen dengan estimasi pengeluaran mencapai 5,4 triliun won.
Pemerintah Korea Selatan telah memprioritaskan sektor pariwisata sebagai mesin pertumbuhan ekonomi sejak Februari melalui revisi Undang-Undang Kerangka Kerja Pariwisata. Langkah strategis ini menempatkan koordinasi pariwisata nasional langsung di bawah pengawasan presiden guna memperkuat pengembangan wilayah.
"Kami melihat perkembangan yang menggembirakan. Pariwisata yang sebelumnya terpusat di wilayah metropolitan Seoul kini mulai menyebar ke seluruh negeri, dengan data yang membuktikan fenomena tersebut," kata Kepala Kebijakan Pariwisata Kementerian, Kang Jung-won.
Pihak kementerian menegaskan komitmennya untuk terus memantau tren distribusi wisatawan ini demi pemerataan ekonomi. Kang Jung-won menyatakan bahwa pemerintah akan terus memperkuat dan menjaga pertumbuhan pariwisata regional ke depan.