Viktor Axelsen Umumkan Pensiun dari Bulutangkis Akibat Cedera Punggung

Viktor Axelsen Umumkan Pensiun dari Bulutangkis Akibat Cedera Punggung
Foto: Ilustrasi Viktor Axelsen Umumkan Pensiun dari Bulutangkis Akibat Cedera Punggung.

Pebulutangkis tunggal putra asal Denmark, Viktor Axelsen, mengumumkan keputusan resmi untuk pensiun dari dunia bulutangkis profesional pada Rabu (15/4/2026). Keputusan besar ini diambil setelah peraih dua medali emas Olimpiade tersebut berjuang melawan cedera punggung kronis yang tidak kunjung pulih.

Dilansir dari Detik Sport, Axelsen menyampaikan kabar gantung raket ini melalui akun media sosial pribadinya. Ia menjelaskan bahwa kondisi fisiknya saat ini sudah tidak memungkinkan lagi untuk berlatih maupun bertanding di level kompetisi tertinggi dunia sebagaimana biasanya.

"Hari ini bukan hari yang mudah bagi saya. Akibat masalah punggung yang terus menerus menimpa saya, saya tidak lagi dapat berlomba dan berlatih di tingkat tertinggi," kata Viktor Axelsen, Mantan Pemain Nomor Satu Dunia.

Sebelum mengambil keputusan ini, Axelsen telah menempuh berbagai jalur medis mulai dari operasi endoskopi hingga beragam metode latihan baru. Namun, tim medis menyarankan agar atlet berusia 32 tahun tersebut memprioritaskan kesehatan jangka panjangnya daripada memaksakan karier profesional.

Axelsen menegaskan dirinya telah mencapai titik di mana tubuhnya benar-benar tidak bisa lagi diajak berkompromi untuk terus bermain. Ia mengaku merasa bangga atas pencapaian kariernya yang telah memenuhi seluruh impian masa kecilnya sejak pertama kali memegang raket.

Selama berkarier, Axelsen mencatatkan prestasi gemilang termasuk meraih medali emas pada Olimpiade Tokyo 2020 dan Olimpiade Paris 2024. Ia menyatakan bahwa bulutangkis telah memberinya pelajaran berharga mengenai disiplin, pengorbanan, serta ketahanan mental yang melampaui sekadar aspek olahraga.

Keputusan pensiun ini memicu respons dari rekan sejawat, termasuk tunggal putra Indonesia Jonatan Christie. Melalui kolom komentar, Jonatan mengungkapkan rasa hormatnya bisa berkompetisi bersama Axelsen di lapangan dan mendoakan keberuntungan untuk fase kehidupan Axelsen selanjutnya.

Catatan pertemuan menunjukkan Axelsen merupakan rival terberat bagi Jonatan Christie dengan dominasi 14 kemenangan dari total 16 pertandingan. Jonatan tercatat hanya mampu mencuri dua kemenangan atas Axelsen, yang keduanya terjadi pada turnamen tahun 2019.

Artikel terkait

Rekomendasi