Sistem Biometrik EES Hambat Ratusan Penumpang Easyjet di Bandara Linate

Sistem Biometrik EES Hambat Ratusan Penumpang Easyjet di Bandara Linate
Foto: Ilustrasi Sistem Biometrik EES Hambat Ratusan Penumpang Easyjet di Bandara Linate.

Sebanyak 100 penumpang maskapai Easyjet tertinggal penerbangan dari Bandara Linate Milan menuju Manchester pada Minggu (12/4/2026) akibat penumpukan antrean panjang di bagian pemeriksaan paspor. Insiden ini dipicu oleh kendala operasional pasca penerapan sistem biometrik baru Uni Eropa.

Dilansir dari Detik Travel, kekacauan di bandara tersebut mengakibatkan hanya 30 orang yang berhasil naik ke pesawat dari total manifes penumpang yang seharusnya berangkat pukul 11.00 waktu setempat. Sebagian besar penumpang dilaporkan telah mengantre lebih dari tiga jam namun tetap gagal mencapai gerbang keberangkatan tepat waktu.

Kiera, seorang penumpang berusia 17 tahun asal Oldham, menceritakan bahwa dirinya sudah tiba di bandara sejak pukul 07.30 untuk jadwal penerbangan siang tersebut. Namun, ia justru mendapatkan informasi bahwa pesawat telah lepas landas saat dirinya masih berada di barisan depan antrean pemeriksaan perbatasan.

Dampak dari keterlambatan ini memaksa sejumlah penumpang untuk menunggu selama 20 jam di bandara hingga mendapatkan penerbangan pengganti pada hari berikutnya. Beberapa orang lainnya memilih menempuh jalur darat menuju Pisa demi mencari penerbangan alternatif agar bisa segera kembali ke Inggris.

Keluhan juga datang dari Adam Lomas, seorang akuntan asal Wakefield yang sedang berlibur bersama istri dan bayi berusia empat bulan. Ia menyebut koordinasi antara petugas bandara dan pihak maskapai sangat buruk, bahkan sempat terjadi perdebatan di hadapan para penumpang mengenai pihak yang harus bertanggung jawab atas situasi tersebut.

Pihak Easyjet memberikan pernyataan resmi bahwa kendala ini disebabkan oleh implementasi Sistem Masuk/Keluar Eropa (EES) yang mulai beroperasi penuh pada 10 April 2026. Sistem biometrik ini mengharuskan wisatawan dari luar wilayah Schengen, termasuk warga Inggris, untuk mendaftarkan sidik jari dan foto wajah sebagai pengganti stempel paspor manual.

"Kami menyadari bahwa beberapa pelanggan yang berangkat dari Milan Linate hari ini mengalami waktu tunggu yang lebih lama dari biasanya di bagian pemeriksaan paspor," kata juru bicara Easyjet. Maskapai menyatakan telah berupaya menunda penerbangan untuk memberi waktu tambahan bagi penumpang, namun tetap ada yang tertinggal karena kepadatan yang tidak terkendali.

Easyjet menegaskan bahwa masalah ini berada di luar kendali mereka dan terus mendesak otoritas perbatasan agar memanfaatkan fleksibilitas sistem guna menghindari penundaan serupa di masa depan. Perusahaan juga mengeklaim telah menyediakan transfer penerbangan gratis bagi pelanggan yang terdampak insiden EJU5420 tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi