Peselancar asal Arab Saudi, Lamar Mufti, mencetak sejarah baru dalam dunia olahraga air internasional dengan menjadi satu-satunya atlet wanita berhijab di International Surfing Association (ISA) pada April 2026. Pencapaian ini menandai tonggak sejarah bagi keterwakilan perempuan Muslim di ajang selancar kompetitif dunia.
Dilansir dari Wolipop, Lamar Mufti menunjukkan bahwa identitas agama bukan merupakan hambatan untuk meraih prestasi di kancah global. Kehadirannya di organisasi selancar internasional tersebut mendapatkan perhatian luas karena mendobrak standar pakaian selancar konvensional yang selama ini didominasi busana terbuka.
Melalui pernyataan di akun Instagram pribadinya, Lamar menegaskan bahwa keputusannya mengenakan hijab justru menjadi kekuatan tambahan saat bertanding. Ia merasa bangga dapat membawa nilai-nilai budaya dan keyakinannya ke atas papan selancar tanpa harus melepaskan prinsip pribadinya.
"Terhormat menjadi satu-satunya wanita berjilbab di ISA, bersyukur bisa bukan hanya mewakili negara tapi juga mewakili agama dan budaya. Hijab tidak menghalangi Anda, itu mendorong Anda ke depan," kata Lamar Mufti dalam unggahan media sosialnya.
Lamar juga menekankan bahwa olahraga seharusnya menjadi sarana pemberdayaan identitas, bukan tempat untuk mengompromikan nilai-nilai agama. Menurutnya, kesuksesan atletik dapat berjalan beriringan dengan ketaatan terhadap prinsip hidup yang dianut.
Vogue Arabia melaporkan bahwa sosok Lamar kini menjadi mercu suar bagi wanita Muslim lainnya untuk berpartisipasi dalam olahraga ekstrem yang selama ini didominasi pria. Keberaniannya telah memicu diskusi baru mengenai inklusivitas di dalam komunitas selancar profesional.
Selain fokus pada kompetisi, Lamar menganggap setiap sesi di laut sebagai bentuk advokasi untuk meruntuhkan stigma global terhadap batasan fisik wanita Muslim. Langkah ini diharapkan dapat membuka jalan bagi lebih banyak atlet berhijab untuk tampil di turnamen internasional di masa depan.