Harga Bahan Baku Plastik Melonjak Akibat Konflik Geopolitik Timur Tengah

Harga Bahan Baku Plastik Melonjak Akibat Konflik Geopolitik Timur Tengah
Foto: Ilustrasi Harga Bahan Baku Plastik Melonjak Akibat Konflik Geopolitik Timur Tengah.

Lonjakan harga bahan baku plastik terjadi secara signifikan akibat gangguan pasokan nafta yang dipicu oleh konflik geopolitik di Timur Tengah pada April 2026. Fenomena ini mulai memberikan tekanan pada berbagai sektor industri, mulai dari otomotif hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dilansir dari Detik Oto, industri otomotif nasional mulai mencermati dampak kenaikan harga komponen berbahan plastik tersebut. Meski demikian, produsen kendaraan saat ini masih berupaya menjaga stabilitas harga jual mobil baru di pasar domestik agar tetap terkendali.

Deputy Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Rokky Irvayandi, memberikan konfirmasi mengenai potensi dampak kenaikan bahan baku terhadap operasional perusahaan. Pernyataan tersebut disampaikan di sela-sela ajang GIICOMVEC 2026 yang berlangsung di JIExpo, Kemayoran, baru-baru ini.

"Kalau harga plastiknya naik, (apakah) pengaruhnya ada? Ya kemungkinan ada ya. Mungkin akan ada pengaruhnya, namun apa ada pengaruhnya ke harga (mobil)? Kalau harga itu beda ya, kalau harga kan banyak komponen-komponen lain yang berpengaruh di situ, ada juga strategi pricing gitu," kata Rokky Irvayandi, Deputy Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM).

Rokky menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan untuk menaikkan harga unit kendaraan meskipun biaya bahan baku plastik meningkat. Perusahaan masih melakukan langkah pengendalian internal guna memitigasi fluktuasi biaya produksi tersebut.

Kondisi kontras justru terlihat pada tingkat pedagang eceran dan UMKM, di mana harga produk plastik dilaporkan melonjak hingga 100 persen. Sejumlah pedagang di Pasar Gondangdia, Jakarta Pusat, pada Kamis (9/4/2026) mengeluhkan kenaikan harga kemasan yang sangat drastis.

Bagas, seorang penjual bakmi Jawa, menyatakan bahwa harga wadah plastik jenis thinwall yang biasanya dibeli seharga Rp 20.000 hingga Rp 25.000 kini telah menyentuh angka Rp 40.000. Kenaikan serupa juga terjadi pada produk wadah styrofoam yang naik dari Rp 30.000 menjadi Rp 40.000 per 100 lembar.

Artikel terkait

Rekomendasi