DPRD Bali Pastikan Kunjungan Wisatawan Stabil Meski Tiket Pesawat Naik

DPRD Bali Pastikan Kunjungan Wisatawan Stabil Meski Tiket Pesawat Naik
Foto: Ilustrasi DPRD Bali Pastikan Kunjungan Wisatawan Stabil Meski Tiket Pesawat Naik.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali melaporkan angka kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata tetap terjaga stabil meski terdapat kenaikan harga tiket pesawat sebesar 13 persen pada Selasa (14/4/2026). Kenaikan tarif ini dipicu oleh lonjakan biaya bahan bakar pesawat yang signifikan.

Wakil Ketua I DPRD Bali, I Wayan Disel Astawa, menegaskan bahwa berdasarkan data yang diterima dari pemerintah daerah, tren kunjungan pelancong justru menunjukkan grafik yang positif di tengah penyesuaian tarif transportasi udara tersebut.

"Tiket pesawat memang naik dalam situasi sekarang. Berdasarkan laporan pak gubernur jumlah wisatawan masih meningkat jadi saya kira tidak terlalu berpengaruh," ujar I Wayan Disel Astawa, Wakil Ketua I DPRD Bali.

Pihak legislatif berencana melakukan langkah proaktif dengan menjalin komunikasi bersama pihak maskapai nasional serta pemerintah pusat guna menjaga keterjangkauan harga selama masa transisi ekonomi ini.

"Kami akan berkoordinasi dengan pusat dan maskapai, termasuk Garuda agar dalam masa transisi seperti ini kenaikan harga tiket tidak terlalu tinggi," dia menambahkan.

Sebagaimana dilansir dari Detik Travel, pemerintah secara resmi mengumumkan kebijakan penyesuaian tarif tersebut pada 6 April 2026. Keputusan ini diambil setelah biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge melonjak hingga 38 persen akibat kenaikan harga avtur yang dipicu konflik di Timur Tengah.

Untuk memitigasi dampak beban biaya bagi masyarakat, pemerintah juga memberikan stimulus berupa insentif pajak. Kebijakan tersebut mencakup Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tiket yang ditanggung pemerintah serta pembebasan bea masuk suku cadang pesawat.

Berdasarkan pemantauan pada platform agen perjalanan daring per 14 April 2026, tarif penerbangan rute Jakarta-Denpasar masih berada pada kisaran Rp 1,3 juta hingga Rp 1,8 juta. Lion Air menawarkan harga terendah sebesar Rp 1,32 juta, sementara Garuda Indonesia melayani rute serupa dengan harga Rp 1,84 juta per penumpang.

Artikel terkait

Rekomendasi