Para ahli penerbangan memperingatkan penumpang agar tidak mengambil secara mandiri telepon seluler yang terjatuh di antara celah kursi selama penerbangan pada Kamis (16/4/2026). Tindakan tersebut dinilai berbahaya karena berpotensi merusak perangkat dan memicu risiko kebakaran di dalam kabin.
Dilansir dari Detik Travel, Administrasi Penerbangan Federal (FAA) menjelaskan bahwa ponsel yang tergelincir dapat terjebak dalam komponen mekanis kursi pesawat. Jika mekanisme kursi digerakkan saat perangkat terhimpit, ponsel tersebut berisiko hancur dan menyebabkan baterai lithium di dalamnya mengalami panas berlebih.
Kondisi baterai yang memanas secara cepat dapat mengeluarkan gas mudah terbakar yang meningkatkan ancaman keselamatan seluruh penumpang. Oleh karena itu, awak kabin yang memiliki pemahaman mendalam mengenai struktur kursi harus segera dihubungi untuk menangani situasi tersebut secara aman.
Perwakilan maskapai American Airlines memberikan penjelasan mengenai prosedur penanganan barang jatuh oleh kru kabin profesional mereka.
"Tata letak kursi dapat bervariasi antar pesawat, dan sebagai bagian dari pelatihan ini, pramugari diberi tahu tentang berbagai seluk-beluk operasional setiap kursi yang mungkin tidak disadari oleh pelanggan, dan dapat membantu pelanggan kami dengan aman jika ponsel mereka jatuh di antara kursi," kata perwakilan American Airlines.
John Cox, mantan pilot dan CEO konsultan penerbangan Safety Operating Systems, menyoroti kerentanan perangkat elektronik yang sudah mengalami kerusakan fisik terhadap suhu panas.
"Perangkat elektronik yang rusak lebih rentan terhadap panas berlebih, jadi iPhone atau Android yang terjatuh lebih mungkin mengalami kejadian panas berlebih," kata John Cox, CEO perusahaan konsultan penerbangan Safety Operating Systems dan mantan pilot.
Bantuan awak kabin sangat krusial agar prosedur keselamatan kebakaran dapat langsung dijalankan jika perangkat mulai mengeluarkan asap. Selain mencegah kebakaran, pelibatan pramugari juga bertujuan menghindari cedera fisik bagi penumpang, seperti jari yang terjepit saat mencoba merogoh celah kursi.
Kekhawatiran terhadap keamanan baterai ini juga menjadi alasan utama larangan penyimpanan bank daya (power bank) dan rokok elektrik di dalam bagasi terdaftar. Saat ini, maskapai seperti EVA Air, UNI Air, dan Tigerair bahkan mulai melarang penyimpanan earbud nirkabel dalam bagasi demi meminimalisir risiko serupa.