Departemen Kehakiman Amerika Serikat mendakwa seorang insinyur perangkat lunak Google bernama Michele Spagnuolo atas tuduhan insider trading, seperti dilansir dari Detik iNET pada Kamis (28/5/2026).
Pegawai yang telah bekerja selama lebih dari 12 tahun tersebut diduga memanfaatkan data internal perusahaan demi keuntungan pribadi. Spagnuolo disinyalir menyalahgunakan informasi rahasia Google Search terkait kampanye Google Year in Search 2025.
Melalui akses data tersebut, Spagnuolo dapat mengetahui topik selebriti yang paling banyak dicari masyarakat sebelum informasi itu dirilis resmi ke publik. Ia menggunakan akun samaran 'AlphaRaccoon' untuk memasang taruhan senilai lebih dari USD 2,7 juta di platform prediksi pasar Polymarket.
Aksi spekulasi berbasis informasi orang dalam ini membuat Spagnuolo meraup keuntungan ilegal dalam jumlah besar. Kejaksaan menyatakan bahwa tindakan manipulasi pasar ini mencederai keadilan bagi para pengguna platform prediksi lainnya.
"Seperti yang dituduhkan, Spagnuolo melanggar kewajibannya kepada pemberi kerja dan menggunakan informasi bisnis rahasia Google untuk meraup keuntungan lebih dari USD 1,2 juta di Polymarket," kata Jay Clayton, Jaksa Agung Amerika Serikat untuk Distrik Selatan New York.
Pihak kejaksaan menegaskan akan menindak tegas segala bentuk penyalahgunaan wewenang digital yang merugikan integritas pasar finansial modern. Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan pemanfaatan data mesin pencari terbesar dunia secara ilegal.
"Insider trading membahayakan integritas pasar kita, dan rakyat Amerika ingin perilaku yang didorong oleh keserakahan ini diselidiki dan dituntut," sambung Jay Clayton, Jaksa Agung Amerika Serikat untuk Distrik Selatan New York.
Merespons situasi ini, manajemen Google menyatakan sikap tegas terhadap pelanggaran integritas yang dilakukan oleh pegawainya. Perusahaan teknologi raksasa tersebut mengonfirmasi keterlibatan aktif mereka dalam membantu proses hukum yang berjalan.
"Karyawan tersebut mengakses materi marketing menggunakan alat yang tersedia untuk semua karyawan, tapi menggunakan informasi rahasia untuk memasang taruhan merupakan pelanggaran serius terhadap kebijakan kami," kata juru bicara Google.
Manajemen langsung menjatuhkan sanksi internal berat sembari menunggu proses persidangan resmi di pengadilan. Langkah pemecatan sementara diambil guna mempermudah jalannya investigasi lebih lanjut oleh penegak hukum.
"Kami telah merumahkan karyawan tersebut dan akan mengambil tindakan yang sesuai," sambung juru bicara Google.
Polymarket dan Kalshi sebenarnya sudah melarang praktik insider trading di dalam sistem mereka karena termasuk perbuatan melawan hukum. Meski demikian, celah tersebut masih kerap dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mendulang keuntungan sepihak.
Sebelum kasus Spagnuolo mencuat, Departemen Kehakiman AS juga mendakwa seorang tentara U.S. Army. Tentara tersebut menggunakan informasi operasi militer rahasia terkait penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro untuk memenangkan taruhan USD 400.000 di platform yang sama.